REVOLUSI INDUSTRI 4.0 TERHADAP BIDANG PARIWISATA

Revolusi industri 4.0 merupakan tren di dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologinya cyber.
Pada industri 4.0, teknologi manufaktur sudah masuk pada tren otomatisasi dan pertukaran data. Hal tersebut mencakup sistem cyber-fisik, internet of things (IoT), komputasi awan, dan komputasi kognitif.
Dan sekarang kita berada di revolusi industri keempat yang diyakini akan mampu meningkatkan produktivitas hingga 30%. Berbeda dengan revolusi sebelumnya, revolusi 4.0 memiliki efek yang lebih besar karena tidak hanya menyentuh dunia manufaktur melainkan semua bisnis.
Revolusi Industri sudah menjadi tuntutan sesuai kebutuhan zaman yang tidak bisa dihindarkan. Kita harus siap menghadapi Revolusi Industri 4.0 dengan berfikir kritis, kreatif, komukasi, dan bekerjasama. Dengan harapan juga akan melahirkan generasi yang kompetitif dan berdaya saing tinggi.
Dalam penerapan menuju Pariwisata 4.0 dibutuhkan unsur lain, salah satunya adalah Generasi milenial yang sudah berkompeten dalam industri revolusi 4.0. Generasi Milenial adalah generasi yang berusia antara 22 tahun sampai 37 tahun dengan rata-rata kelahiran antara tahun 1981 hingga tahun 1996.
Pemanfaatan media dan hubungan masyarakat dengan Internet adalah pilihan yang tepat dan praktis untuk promosi potensi wisata yang ada di kabupaten Humbang Hasundutan sembari kita berharap pembangunan infrastruktur terus diupayakan oleh pemerintah selaku pemangku kebijakan.
Namun kita melihat begitu minim informasi tentang potensi-potensi pariwisata yang ada di dunia digital dan kurang update sehingga mempersulit para pengunjung yang berasal dari luar sumatera utara secara umum dan diluar humbahas secara khusus untuk datang ke humbahas.
Dunia digital dan fisik telah menjadi tidak dapat ditarik kembali, dengan mesin, sistem dan orang-orang dapat bertukar informasi dan secara otomatis menyesuaikan. Industri 4.0 bukan hanya merevolusi proses manufaktur, tetapi juga berdampak kuat pada model globalisasi, dengan mengubah tenaga kerja dan meningkatkan kemudahan akses ke layanan.
4 tahun berturut turut pariwisata Indonesia jadi sektor prioritas. Itu bukti komitmen presiden. Yang tak kalah penting, Presiden juga concern mendorong industri. Semua dirangkul ikut di pariwisata untuk maju dan berkembang, bahkan mendunia. Contohnya kuliner. Beliau meminta kuliner tradisional hadir di rest area, dan lainnya. tumbuhnya sektor pariwisata Indonesia juga didorong tingginya minat masyarakat melakukan perjalanan wisata, terutama oleh generasi milenial. Dari sisi strategi, pariwisata Indonesia berkembang dan maju berkat konsep 3A yaitu atraksi, amenitas, dan aksesibilitas. Dibantu sahabat milenial, kita kembangkan beragam destinasi digital di semua daerah. revolusi industri 4.0 ini akan mengubah dan mendisrupsi industri pariwisata secara mendasar karena terwujudnya cost value (more for less), experience value (personalized), dan platform value (resources sharing”) yang bakal dinikmati para travellers.
Dengan memasuki industri 4.0, cara-cara berwisata atau traveling lama mulai ditinggalkan. Dan munculnya teknologi seperti ketersediaan wi-fi, sinyal 4G atau LTE yang kuat, serta berbagai macam travel agen berbasis aplikasi yang tersedia pada hand phone baik para pengguna ios maupun android yang sangat dimanfaatkan oleh wisatawan masa kini. Perkembangan teknologi dan cara berwisata yang baru ini sangat erat kaitannya dengan munculnya generasi baru yaitu wisatawan milenial yang merupakan populasi generasi terbesar di dunia. Ciri-ciri generasi milenial ini dapat dilihat dengan melihat seberapa sering mereka menggunakan teknologi atau bisa dikatakan sebagai pengguna teknologi aktif, memiliki 3-5 perangkat teknologi, pengguna aktif medsos atau media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, Whatsapp, Line, Youtube, dan lain-lain serta hobi melakukan destinasi wisata hingga lima kali dalam setahunnya.
Sementara generasi yang lebih tua biasanya lebih suka memesan liburan mereka di biro perjalanan atau travel agent, sedangkan generasi yang lebih muda lebih menyukai memesan liburan mereka secara langsung tanpa perantara melalui portal pemesanan online. Berdasarkan fakta ini, semakin banyak hotel yang fokus pada promosi online dikarenakan semakin banyaknya konsumen pariwisata bermunculan dari kalangan anak muda.
Berbeda dengan hotel yang lebih besar atau jaringan hotel besar, hotel kecil harus memperluas fitur penjualan online mereka secara aktif, misalnya seperti melakukan promosi pada akun sosial media perusahaan atau melakukan investasi melalui iklan yang dipasang pada aplikasi booking online. Karena jika tidak mau mengikuti perkembangan zaman di era serba digital ini, maka para pelaku usaha di bidang pariwisata dan bidang lainnya akan dipengaruhi secara negatif dan menderita dari evolusi baru yang disebut dengan “industri 4.0”.Oleh karena itu, sangat penting bagi para pelaku usaha pariwisata untuk fokus pada perubahan dalam teknologi komunikasi dan tren pariwisata terbaru dalam sektor pariwisata.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started